Bagi kebanyakan wisatawan, Warloka Pesisir mungkin baru dikenal sebagai salah satu titik keberangkatan menuju Taman Nasional Komodo. Namun bagi warga setempat, kampung ini menyimpan sejarah yang jauh lebih panjang dari itu.
Pelabuhan yang lebih tua dari Labuan Bajo
Warloka dipercaya sebagai salah satu titik permukiman dan pelabuhan tertua di pesisir Manggarai Barat, jauh sebelum Labuan Bajo berkembang menjadi kota pelabuhan utama. Posisinya yang menghadap langsung ke Selat Molo menjadikannya jalur penyeberangan alami menuju Komodo dan Rinca sejak dulu.
Jejak yang masih bisa ditemui
Beberapa peninggalan sejarah dan tradisi lisan masih dijaga warga Warloka, termasuk situs batu-batu besar yang dikenal warga setempat sebagai Batu Balok, serta cerita turun-temurun tentang jalur pelayaran dan perdagangan yang pernah singgah di sini.
Situs dan cerita ini bisa dikunjungi sebagai bagian dari paket Warloka Heritage Walk, didampingi warga lokal yang memahami langsung riwayatnya.
Menjaga identitas di tengah pariwisata
Saat Komodo semakin dikenal dunia, warga Warloka memilih menjaga ritme kampung nelayan mereka tetap berjalan seperti biasa — melaut, bertani, dan menggelar pasar barter Selasa pagi — sembari membuka pintu bagi tamu yang ingin mengenal sisi lain dari kawasan Komodo ini.
Inilah yang ingin kami bagikan lewat PT. Agung Tour Indonesia: bukan hanya mengantar Anda ke pulau-pulau nasional, tapi juga memperkenalkan kampung tempat kami dibesarkan.


.jpg)